6 Manfaat Membacakan Buku Cerita guna Anak

 

Apakah ibu tidak jarang membacakan kisah pengantar istirahat untuk Si Kecil? Enggak melulu menghibur, ternyata kelaziman ini pun punya tidak sedikit manfaat guna tumbuh kembang anak nantinya, lho. Walaupun ketika ini, ibu sudah dapat menggunakan gadget yang modern untuk menghibur dan mendinginkan anak sebelum tidur, namun dongeng yang ibu ceritakan secara langsung punya keunggulan tersendiri.

Membacakan kitab cerita guna anak usahakan mulai dilaksanakan sejak ia masih bayi hingga balita. Sayangnya, masih tidak banyak orang tua yang melakukan kelaziman ini guna Si Kecil. Berdasarkan keterangan dari survei yang dilaksanakan Commonwealth Fund di Amerika Serikat, melulu 39 persen orangtua yang membacakan kisah untuk anak-anaknya masing-masing hari. Sedangkan 16 persenn orangtua lainnya tidak pernah sama sekali mendongeng guna anaknya. Memang benar bahwa bayi yang masih kecil belum dapat mengerti ucapan-ucapan ibu, namun keterampilan Si Kecil guna mendengar dan mengenali suara-suara orang dapat dirangsang saat ia mendengar ibu bercerita. Berikut guna lainnya dari mendongeng untuk pertumbuhan anak:

1. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Caroline Blakemore, pengarang Baby Read-Aloud Basics mengungkapkan bahwa mendongeng bisa merangsang keterampilan berbahasa anak. Ketika ibu membacakan kitab cerita, Si Kecil akan meneliti dan belajar sekian banyak macam kosakata baru yang belum pernah ia tahu sebelumnya. Dengan begitu, keterampilan berbahasa Si Kecil pun bakal meningkat dan ia dapat menggunakan kosakata yang tepat guna mengungkapkan sesuatu. Biasanya anak wanita yang lebih cepat merasakan guna ini sebab anak wanita memiliki konsentrasi yang lebih tinggi saat mendengarkan cerita, dibanding anak laki-laki.

2. Mengembangkan Daya Imajinasi Anak

Dunia anak-anak ialah dunia bermain yang diwarnai dengan khayalan dan kreativitas. Namun, masing-masing anak tidak merasakan tingkat perkembangan khayalan yang sama. Nah, ibu dapat menajamkan daya khayalan Si Kecil dengan membacakan dongeng untuknya secara rutin, sampai-sampai Si Kecil dapat tumbuh menjadi anak yang kreatif. Bacakanlah kisah dengan memakai intonasi yang tidak monoton dan gerakan tangan supaya Si Kecil dapat menginginkan seperti apa gambaran kisah tersebut di dalam pikirannya.

3. Melatih Daya Ingatnya

Di tengah-tengah bercerita, ibu dapat tiba-tiba bertanya untuk Si Kecil, “Tadi siapa ya nama kakek yang menciptakan Pinokio?” untuk mengajar daya ingatnya. Atau ibu dapat menanyakan pulang keseluruhan kisah dongeng keesokkan harinya.

4. Memperkenalkan Hal-hal Baru

Buku kisah anak-anak seringkali mempunyai gambar-gambar dengan warna yang menarik. Ketika bercerita, ibu juga dapat sambil mengenalkan kepadanya mengenai hal-hal yang terdapat di dalam kitab cerita tersebut, contohnya seperti gambar, bentuk, warna, huruf, angka, dan lain-lain.

5. Membangkitkan Minat Baca Anak

Dengan membacakan kitab cerita untuk anak semenjak kecil, ibu secara tidak langsung akan membangunkan minat bacanya. Si Kecil bakal ketagihan untuk memperhatikan cerita-cerita unik lainnya dari ibu dan bakal dengan sendirinya tertarik untuk menyimak buku.

6. Mempererat Hubungan

Saat sedang membacakan kitab cerita guna Si Kecil, ibu dapat seraya memeluknya, berkelakar dengannya dan bermanja-manja. Hal ini bakal mempererat hubungan ibu dengan Si Kecil.

Ibu dapat membacakan dongeng-dongeng yang mempunyai pesan baik laksana Bawang Merah & Bawang Putih, Si Kancil, Pinokio supaya Si Kecil dapat terdorong guna berperilaku baik. Sebaiknya bacakan kitab cerita secara langsung dari mulut ibu, tidak boleh dengan memakai perantara teknologi, karena melulu dengan membacakan dongeng secara langsung, ibu bisa berinteraksi dengan Si Kecil.

 

 

 

Leave a Comment